Ketika menatap raut wajah kepolosan anak
negri,
tanpa kau sadari bahwa kamu memilki
valensi,
tanpa kau sadari bahwa kamu akan
menjadi,
tanpa kau sadari bahwa kamu adalah
penerus generasi,
tanpa kau sadari bahwa kamu adalah masa
depan negeri.
Tataplah masa depan dengan pasti,
sejauh mata memandang,
sedalam lautan luas,
setinggi langit biru.
Jangan hiraukan kerikil tajam menerpa
diri,
jangan hiraukan celoteh burung berkicau
walau merdu merayu,
Jangan terlena dengan mimpi indah yang
penuh kepalsuan.
Teriakkan pekik bahwa “Aku bisa”.
Jalan itu setapak telah kau lalui,
perjalanan panjang anak negri,
renungkan bahwa hidup ini penuh arti.
Tataplah masa depan dengan motivasi,
semula aku kecil ingin menjadi besar,
semula aku tidak bisa ingin menjadi
bisa,
aku ingin menjadi anak negri yang penuh
arti,
aku ingin memiliki, memiliki seperti
orang lain punya,
memiliki ilmu, karena dengan ilmu akan
menemukan kunci dunia, mengapa?
Karena aku punya potensi, aku punya
diriku sendiri bukan orang lain.
Di negri tercinta ini membutuhkan
orang-orang pandai yang mengerti,
membutuhkan orang-orang cerdas yang
berbudi pekerti,
membutuhkan orang-orang yang tidak hanya
berdiam diri.
Perjalanan anak negri adalah meniti taqdir
illahi yang belum dimengerti,
dimana berada?, dimana harus dicari?, di
dalam dirimu sendiri.
Pengabdi negri hanya memberi sedikit
arti, dari arti kehidupan yang hakiki.
Pergilah sejauh kau mau, janganlah
tengok kanan dan tengok kiri karena,
di sana ada kepastian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar