Minggu, 28 Desember 2014

MENITI ASA ANAK NEGRI

 Ketika menatap raut wajah kepolosan anak negri,
tanpa kau sadari bahwa kamu memilki valensi,
tanpa kau sadari bahwa kamu akan menjadi,
tanpa kau sadari bahwa kamu adalah penerus generasi,
tanpa kau sadari bahwa kamu adalah masa depan negeri.
Tataplah masa depan dengan pasti,
sejauh mata memandang,
sedalam lautan luas,
setinggi langit biru.
Jangan hiraukan kerikil tajam menerpa diri,
jangan hiraukan celoteh burung berkicau walau merdu merayu,
Jangan terlena dengan mimpi indah yang penuh kepalsuan.
Teriakkan pekik bahwa “Aku bisa”.
Jalan itu setapak telah kau lalui,
perjalanan panjang anak negri,
renungkan bahwa hidup ini penuh arti.
Tataplah masa depan dengan motivasi,
semula aku kecil ingin menjadi besar,
semula aku tidak bisa ingin menjadi bisa,
aku ingin menjadi anak negri yang penuh arti,
aku ingin memiliki, memiliki seperti orang lain punya,
memiliki ilmu, karena dengan ilmu akan menemukan kunci dunia, mengapa?
Karena aku punya potensi, aku punya diriku sendiri bukan orang lain.
Di negri tercinta ini membutuhkan orang-orang pandai yang mengerti,
membutuhkan orang-orang cerdas yang berbudi pekerti,
membutuhkan orang-orang yang tidak hanya berdiam diri.
Perjalanan anak negri adalah meniti taqdir illahi yang belum dimengerti,
dimana berada?, dimana harus dicari?, di dalam dirimu sendiri.
Pengabdi negri hanya memberi sedikit arti, dari arti kehidupan yang hakiki.
Pergilah sejauh kau mau, janganlah tengok kanan dan tengok kiri karena,
di sana ada kepastian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar